Rangkuman Berita Kriminal Dari Berbagai Media Terpercaya

Pembunuhan

Korupsi

Kekerasan Anak

Foto

Video

Kamis, 21 Mei 2026

Usai Tembak Mati 8 Pendulang emas, OPM Bakar SMPN Koasrama

 


Mimika Papua. Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XVI Yahukimo membakar satu bangunan SMPN Koasrama dan membunuh delapan pendulang emas yang dituding menyamar sebagai intelijen militer. ‎Dalam siaran pers TPNPB OPM, Kamis (21/5/2026), disebutkan bahwa TPNPB Kodap XVI Yahukimo telah membakar satu unit bangunan sekolah SMPN Koasrama di Distrik Dekai, Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo pada Rabu, 20 Mei 2026, sekitar pukul 22.00 WIT. ‎

Hal tersebut mereka lakukan sebagai bentuk penolakan seluruh pembangunan infrastruktur berupa sekolah, pembangunan jalan, rumah, jembatan dan bangunan Pemerintah Indonesia di atas Tanah Papua. ‎"Jika hal tersebut tidak diindahkan maka kami siap membakar hasil seluruh bangunan dan hal ini sesuai perintah Mayor Jenderal Lekagak Telenggen, Komandan Operasi Umum TPNPB," tulis rilis tersebut.

‎"Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa seluruh pembangunan infrastruktur, ekonomi dan seluruh kebijakan negara kolonialisme Indonesia di atas Tanah Papua, kami dengan tegas menolaknya karena secara ilegal negara kolonialisme Indonesia telah menduduki wilayah Papua secara agresi militer yang telah menewaskan ratusan ribu warga sipil yang tak bersalah dan berdosa dibunuh dan dibantai," tulis rilis itu lagi.

Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka juga melaporkan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas pembunuhan terhadap delapan orang yang diklaim sebagai agen intelijen militer pemerintah Indonesia dan menyamar sebagai pendulang emas ilegal di Yahukimo saat operasi berlangsung pada 17-20 Mei 2026. 

Penyerangan tersebut dilakukan di bawah Komandan Batalyon Yamue, Mayor Kumis Passe dan Mayor Dejang Heluka bersama seluruh pasukan TPNPB dari Batalyon Yamue. ‎"Kami juga menegaskan kepada agen intelijen militer pemerintah Indonesia yang pernah dididik ikut pelatihan militer seperti Komcad, Intelijen agar segera kosongkan wilayah operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo," kata Kopitua. "Jika ketemu kami siap tembak mati. 

Terutama terhadap warga imigran Indonesia agar kosongkan wilayah Yahukimo," ujarnya lagi sembari meminta agar warga sipil segera mengosongkan wilayah-wilayah konflik bersenjata di seluruh Tanah Papua.

Selain itu, Kopitua mengatakan bahwa pihaknya tidak segan melakukan tindakan tegas terhadap warga yang disebutnya sebagai imigran ilegal di tanah Papua. ‎"Jika kedapatan anda sedang beraktivitas maka, dalam operasi TPNPB maka kami siap tembak mati. Hal ini perlu menjadi perhatian serius bagi anda dan juga seluruh himbauan evakuasi warga imigran kami sudah keluarkan setiap saat tetapi tidak diindahkan maka eksekusi mati sudah menjadi target kami. 

Dan secara tegas kami menolak pendudukan ilegal imigran Indonesia di atas Tanah Papua," katanya. Terkait aksi tersebut, Koops TNI Habema telah menyiapkan langkah evakuasi terhadap korban pembunuhan yang diduga dilakukan kelompok bersenjata TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo, Kamis (21/5/2026).‎

Sebagai tindak lanjut, Koops TNI Habema telah menyiapkan personel dan dukungan pesawat heli untuk mempercepat proses evakuasi korban dari lokasi kejadian. Selain itu, aparat keamanan juga akan melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

Kepala Penerangan (Kapen) Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan. ‎“Delapan orang tersebut bukan aparat keamanan seperti yang dituduhkan kelompok OPM Kodap XVI Yahukimo, melainkan warga sipil yang sedang melakukan aktivitas pendulangan emas di wilayah tersebut,” katanya.


*Source
Sumber Berita : Kompas
Link Sumber : https://regional.kompas.com/read/2026/05/21/195406578/opm-klaim-bakar-smpn-koasrama-usai-tembak-mati-8-pendulang-emas-di-yahukimo
Catatan : Judul Berita di Ubah agar tidak Mempengaruhi Sumber Asli Di Google
Informasi : Jika ada Pihak yang keberatan atas pemberitaan di atas silahkan hubungi kami 

Seorang Pelajar Tewas Di Bacok Kelkompok Geng, Sultan Yogyakarta Turunkan Jaga Warga


Yogyakarta.  Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X turut menanggapi fenomena aksi saling tantang antargeng pelajar hingga menyebabkan satu orang pelajar meninggal dunia akibat luka bacok di kawasan Stadion Kridosono, Kota Yogyakarta. “Sekarang kan itu kita sedang melakukan identifikasi, karena selama ini kan predik tiap bulan kan tidak ada. Kita kan gak tahu persis,” ucap Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kamis (21/5/2026). Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan, perlu identifikasi lebih lanjut soal penyebab dari fenomena saling tantang geng.

“Apakah fakfor ekonomi, atau kenakalan biasa kita gak tahu kita coba identifikasi, yang dulu kan dilakukan jaga warga untuk menjaga keamanan,” ujar Sri Sultan Hamengku Buwono X. Lanjut dia, Pemerintah DIY telah menerjunkan tim untuk identifikasi sekaligus melihat secara langsung bagaimana keadaan pelajar di lapangan. Namun, Sultan mengakui untuk identifikasi secara mendalam memang tidak mudah tidak hanya sekedar melibatkan Polisi tetapi juga perlu melibatkan lingkungan atau masyarakat.

“Tidak sekedar dengan polisi tapi dengan lingkungan, dan masyarakat. Atau memang seniornya kita gak tahu semua itu jangan sampai keliru,” ucapnya.

Tiga Geng Sekolah Pelaku Utama Sebelumnya, tiga anggota geng sekolah yang menjadi pelaku utama pembacokan terhadap seorang pelajar berinisial AA hingga meninggal dunia di kawasan Kotabaru, Kota Yogyakarta, akhirnya berhasil diringkus. Ketiganya sempat melarikan diri dan bersembunyi di sebuah rumah yang dijadikan tempat perlindungan atau safe house di wilayah Cilacap, Jawa Tengah.

Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia menyampaikan bahwa para pelaku pembacokan yang beraksi di kawasan Kridosono, Kotabaru, Kota Yogyakarta tersebut berhasil diamankan dalam operasi senyap pihak kepolisian. 

“Tadi subuh berhasil mengamankan tiga pelaku di Daerah Cilacap. Satu orang pelajar dua orang sudah dewasa,” ujar Kombes Pol Eva Guna Pandia, Rabu (20/5/2026). Eva Guna Pandia melanjutkan, ketiga pelaku yang ditangkap ini masing-masing berinisial LA, AF, dan MY. Dalam struktur organisasi kelompok mereka, ketiganya diketahui memiliki peran krusial sebagai eksekutor lini depan atau fighter pada salah satu geng sekolah di Yogyakarta. 

“Memang ini pelaku juga geng Vozter, korbanya juga dari Trah Gendheng. Tersangka kabur ke sana, korban dari Trah Gendheng,” katanya.

Rumah Persembunyian Jadi Markas Lintas Geng Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Rizki Adrian menambahkan, ketiga pelaku tersebut digerebek saat berada di dalam sebuah rumah di Cilacap.

Berdasarkan penelusuran lebih lanjut, warga di sekitar lokasi kejadian ternyata sudah lama mencurigai rumah ini sebagai tempat berkumpulnya kelompok geng motor, baik yang berasal dari Cilacap maupun dari Yogyakarta sendiri. 

“Sebelumnya di kasus Polres Bantul yang korbannya digilas, pelaku 8 orang juga sembunyi di situ. Itu beda geng, tapi punya ikatan solidaritas tinggi,” ucap Kompol Rizki Adrian.


*Source
Sumber Berita : Kompas
Link Sumber : https://yogyakarta.kompas.com/read/2026/05/21/193947878/pelajar-tewas-dibacok-geng-di-kridosono-sri-sultan-terjunkan-jaga-warga
Catatan : Judul Berita di Ubah agar tidak Mempengaruhi Sumber Asli Di Google
Informasi : Jika ada Pihak yang keberatan atas pemberitaan di atas silahkan hubungi kami 

Saksi Terdakwa Ungkap Kebohongan dalam kasus Pembunuhan di Indramayu


Indramayu. Terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga asal Kelurahan Paoman, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Priyo Bagus Setiawan, telah memberikan kesaksian yang mengejutkan dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Indramayu, Senin (18/5/2026). Dalam sidang itu, ia menjadi saksi untuk terdakwa Ririn Rifanto.

Dalam kesaksiannya di hadapan majelis hakim, Priyo membantah semua pernyataan yang pernah disampaikannya dalam sidang perdana yang digelar beberapa waktu sebelumnya. Ia menyatakan, hanya mengikuti skenario Ririn untuk lolos dari jeratan hukum. 

Priyo sebelumnya menyatakan Ririn bukan pelaku sebenarnya, melainkan Aman Yani, Hardi, Joko dan Yoga. Namun dalam sidang kali ini, ia menyatakan tidak mengenal Aman Yani dan ketiga nama lainnya merupakan tokoh fiktif.

Menanggapi hal itu, kuasa hukum keluarga korban, Heri Reang, mengungkapkan, keterangan Priyo itu semakin memperjelas fakta hukum dalam kasus tersebut. Ia menegaskan, tudingan adanya pelaku lain bernama Aman Yani, Hardi, Joko dan Yoga, telah dibantah langsung oleh Priyo. 

"Saya selaku kuasa hukum korban sangat gembira dengan adanya saksi kunci Priyo. Yang selama ini digaung-gaungkan bahwa ada empat pelaku lain, ternyata sudah dibantah di persidangan hari ini," ujar Heri.

Heri menyatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya penanganan hukum kasus itu kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan majelis hakim. Ia berharap, para pelaku mendapat hukuman maksimal atas kasus pembunuhan sadis tersebut.

"Saya berharap hukuman mati. Ini sangat sadis sekali,” tukasnya.

Sementara itu, mengenai kemungkinan adanya pelaku lain, Heri menyatakan, terdakwa Priyo telah membantahnya. Bahkan, Priyo juga mengaku tidak mengenal nama-nama Aman Yani, Hardi, Eko dan Yoga.

"Tidak ada. Tadi terdakwa Priyo sebagai saksi tidak mengenal Joko, tidak mengenal Hardi, tidak mengenal Yoga, tidak mengenal Aman Yani,” cetusnya.

Seperti diketahui, satu keluarga yang terdiri dari lima orang ditemukan tewas terkubur di dalam rumah mereka sendiri di Kelurahan Paoman, Kecamatan/Kabupaten Indramayu pada Agustus 2025 silam. Mereka terdiri dari Haji Syahroni, Budi (anak Haji Syahroni), Euis (istri Budi), Ratu (7) dan Bela (8 bulan) yang merupakan anak dari pasnagan Budi – Euis. n lilis sri handayani


*Sumber Berita : Replubika

Link Sumber : https://rejabar.republika.co.id/berita/tfaozw282/pembunuhan-satu-keluarga-di-indramayu-kesaksian-terdakwa-priyo-ungkap-kebohongan-ririn

Catatan : Judul Berita di Ubah agar tidak Mempengaruhi Sumber Asli Di Google

Informasi : Jika ada Pihak yang keberatan atas pemberitaan di atas silahkan hubungi kami 


Selasa, 19 Mei 2026

Alasan Edukasi, Seoarang Ayah di Bekasi Tega Cabuli Anak


Bekasi. Sorang pria berinisial JN, 54 tahun, ditangkap polisi karena diduga mencabuli putri kandungnya yang masih berusia 14 tahun di wilayah Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Kepala Polisi Metro Bekasi Komisaris Besar Sumarni mengatakan JN memperdaya korban dengan dalih memberikan edukasi seksual. "Pengetahuan edukasi seksual itu merupakan dalih yang dilakukan pelaku untuk mencabuli putrinya sendiri," kata Sumarni kepada wartawan, Selasa, 19 Mei 2026.

Ia menjelaskan JN sudah mencabuli putri kandungnya sendiri sejak September 2024 hingga Oktober 2025. Aksi bejat pelaku juga dilakukan di rumah kontrakan yang mereka tempati.

Pelaku disebut mengajak anak kandungnya untuk tinggal di kontrakan agar lebih dekat ke sekolah.

"Sebelumnya, korban tinggal bersama kakek dan neneknya di wilayah Tambelang dari kecil karena kedua orang tuanya kerja," jelas Sumarni.

Sejak tinggal di Tambun, kata Sumarni, pelaku kemudian kerap mencabuli korban. Aksi JN terungkap usai korban memberanikan diri untuk bercerita kepada kakaknya. "Informasi itu kami tindaklanjuti dan pelaku kami tahan," tutur dia.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti antara lain visum et repertum, pakaian korban, hasil pemeriksaan psikologi serta keterangan saksi.

"Sementara untuk korban kini sudah dapat pendampingan dari Unit Pelayan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Bekasi guna memastikan perlindungan dan pemulihan korban," kata dia.

=========================

Sumber Berita : Tempo

Link Sumber : https://www.tempo.co/hukum/ayah-di-bekasi-cabuli-anak-klaim-berikan-edukasi-seksual-2136761

Catatan : Judul Berita di Ubah agar tidak Mempengaruhi Sumber Asli Di Google

Informasi : Jika ada Pihak yang keberatan atas pemberitaan di atas silahkan hubungi kami 
==========================

5 Tahun Penjara, Noel Sindir Mending Korupsi Sebanyak-banyaknya Beda Setahun



Jakarta. Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer alias Noel menyindir perbedaan tuntutan hukuman dalam perkara dugaan korupsi pengurusan sertifikasi K3. Noel menilai tuntutan 5 tahun penjara terhadap dirinya tidak sebanding dengan perkara korupsi lain yang nilai kerugiannya jauh lebih besar, sehingga ia merasa seharusnya dia bisa melakukan korupsi lebih besar.

“Mending yang korupsi sebanyak-banyaknya cuma beda setahun dengan yang rendah,” kata Noel, setelah sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, pada Senin (18/5/2026).

Noel menilai tuntutan terhadap dirinya tidak sebanding dengan perkara korupsi bernilai lebih besar yang hukumannya dinilai lebih ringan. “Bayangkan, aduh. Yang korupsi Rp 75 miliar hanya 6 tahun. Saya yang dianggap (korupsi) Rp 3 miliar, (dituntut) 5 tahun. Kalau gitu menyesal enggak? Saya menyesal lah,” kata dia.

Ia pun menegaskan dirinya tidak pernah mengambil uang rakyat selama menjabat. “Artinya saya bingung kok kita punya kebijakan yang menguntungkan rakyat, lantas kemudian saya juga ngikutin arah perintah presiden jangan sampai ada kerugian negara, tidak ada yang saya curi duit rakyat 1 rupiah pun, gitu loh,” ujar Noel. 

Noel juga membantah tuduhan pemerasan yang dialamatkan kepadanya. Ia mengeklaim seluruh tuduhan tersebut tidak terbukti di persidangan. Tuntutan Noel Ebenezer Noel sendiri dituntut hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 250 juta karena dinilai telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus pemerasan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan. 

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Immanuel Ebenezer Gerungan berupa pidana penjara selama 5 tahun,” kata jaksa dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (18/5/2026). 

Jaksa menilai, Noel menerima uang senilai total Rp 4,435 dalam perkara ini, terdiri dari suap sebesar Rp 1 miliar dan gratifikasi sebesar Rp 3,435 miliar. Selain uang, Noel disebut menerima barang mewah berupa sepeda motor Ducati Scrambler. 

“Serta barang berupa satu unit sepeda motor Ducati Scrambler dengan nomor polisi B 4225 SUQ dari Bobby Mahendro seharga Rp 600 juta,” lanjut jaksa. Baca juga: Terjerat Korupsi Sertifikat K3, Noel: Saya Menyesal Sekali Menjadi Wakil Menteri Jaksa menyebutkan, Noel telah mengembalikan uang tersebut ke rekening penampungan KPK sebesar Rp3 miliar.

“Sehingga uang pengganti yang dibebankan kepada terdakwa Immanuel Ebenezer Gerungan sejumlah Rp 1.435.000.000,” kata jaksa. Apabila uang pengganti tersebut tidak dibayarkan, Noel akan dipidana penjara selama 2 tahun.

=========================

Sumber Berita : Kompas

Link Sumber : https://nasional.kompas.com/read/2026/05/19/10373861/dituntut-5-tahun-noel-mending-korupsi-sebanyak-banyaknya

Catatan : Judul Berita di Ubah agar tidak Mempengaruhi Sumber Asli Di Google

Informasi : Jika ada Pihak yang keberatan atas pemberitaan di atas silahkan hubungi kami 
==========================

Rabu, 16 September 2020

7 Tips Berwisata Ala Jomlo Tetap Seru dan Asyik


7 Tips Berwisata Ala Jomlo Tetap Seru dan Asyik - Media Investigasi. Bagi sebagian orang, liburan yang menyenangkan itu dilakukan beramai-ramai. Sayangnya, pernyataan tersebut tidak lagi berlaku untuk para jomlo milenials. Mereka lebih suka melakukan solo traveling dibanding pergi berlibur dengan banyak orang. Bahkan mereka memiliki tips berwisata ala jomlo asyik dan menyenangkan, lho. Penasaran?

Jomlo tidak selalu ngenes dalam hal traveling. Sekalipun mereka memilih untuk solo traveling, para jomlo mempunyai tips tersendiri agar liburan mereka seru dan asyik. Nah, berikut bocoran 7 tips berwisata ala jomlo. Simak ya!

1. Tetap Utamakan Keselamatan


Travelers, tips berlibur ala jomlo yang pertama ini wajib dipatuhi. Kenapa?
Anda melakukan traveling sendirian. Tentunya, Anda melakukan apa pun di perjalanan juga sendirian. Jadi, pastikan tetap mengutamakan keselamatan Anda. Apalagi di masa pandemi seperti ini. Usahakan Anda melakukan tes rapid terlebih dahulu, agar ketika Anda keluar masuk jalur tidak ditahan. Dan jangan lupa tetap menggunakan protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah, ya.

2. Budget Cukup


Pastikan budget yang Anda bawa dalam jumlah cukup. Tentunya sesuai dengan financial planner yang sudah Anda rencanakan untuk petualang solo. Namun, penting juga diperhatikan bahwa Anda perlu menyelipkan beberapa lembar uang di tempat terpisah guna mengantisipasi kecopetan atau ketinggalan dompet.

3. List Jadwal Wisata


Karena Anda melakukan wisata seorang diri, maka sebaiknya membuat list jadwal berwisata. Mulai dari tempat tujuan wisata, pukul berapa Anda mengunjunginya, hingga harga tiket masuknya. Itu semua dapat Anda peroleh melalui searching internet. Jadi, Anda tidak akan kebingungan jika nanti sampai di kota tujuan traveling.

Selain itu, list jadwal ini juga berguna apabila suatu tempat wisata mempunyai jam operasi tutup dan bukanya. Anda bisa menyusun jadwal sesuai dengan jangka dibukanya tempat wisata tersebut. Agar jadwal berbagai tempat wisata yang ingin Anda kunjungi tidak bertubrukan. Semuanya bisa Anda kunjungi di satu hari yang sama namun di jam yang berbeda. Yuk, susun jadwal, Travelers!

4. Reservasi Penting kah? 


Bagi Anda yang telah membuat jadwal sebelum keberangkatan hingga menyusun tempat-tempat mana saja yang hendak Anda jejaki, itu artinya reservasi ini penting. Karena, jika Anda tidak melakukan reservasi, dapat dipastikan Anda akan terjebak antrean yang memakan banyak waktu. Tempat wisata kebanyakan memang masih menggunakan sistem antrean loket yang cukup panjang. Bisa jadi jadwal yang anda susun berantakan tak karuan. Pastikan sudah reservasi sebelum berangkat ya, Travelers!

5. Nikmati Waktumu, Mlo..


Menikmati waktu seorang diri inilah yang Anda cari-cari bukan? Bahkan ini merupakan inti dari tujuan berwisata ala jomlo. Maka, nikmatilah waktu Anda seorang diri. Untuk sekadar mensyukuri nikmat yang Tuhan berikan. Dan jangan lupa abadikan tiap momen saat Anda traveling!

6. Siapkan Alat Memotret Lengkap 


Trik berwisata ala jomlo agar semakin seru, salah satunya adalah melengkapi alat memotret. Nah, kebanyakan traveler akan membawa kamera atau handphone. Namun, ada yang lebih penting, yaitu tongsis atau tripod kaki tiga. Dengan alat pendukung tersebut, Anda tidak perlu lagi meminta tolong orang lain untuk memotret aktivitas solo traveling Anda.

7. Menjadi Diri Sendiri


Tak perlu menjadi orang lain demi mencari kebahagiaan saat perjalanan wisata ala jomlo. Jadilah diri sendiri. Jadilah apa adanya diri Anda dan lakukan apa saja yang Anda sukai selama hal tersebut tidak merugikan orang lain. Dipastikan liburan Anda akan lebih seru dan menyenangkan. Lagipula, tujuan utama traveling para jomlo kebanyakan ingin mencari pengalaman dan melatih kemandirian. Maka, tak perlu menjadi orang lain hanya supaya dibilang ‘keren’ kan?

Berwisata ala jomlo memang membutuhkan nyali yang luar biasa agar liburan tetap menyenangkan. Maka tidak ada salahnya Anda mencoba 7 tips di atas agar perjalanan traveling berjalan lancar tanpa halangan. Semangat! (Red/MA)

Selasa, 15 September 2020

Inilah 5 Filosofi Karakter Bu Tejo di Film Tilik yang Viral


Inilah 5 Filosofi Karakter Bu Tejo di Film Tilik yang Viral - Media Investigasi. Beberapa waktu yang lalu bahkan mungkin hingga saat ini, masyarakat Indonesia ramai memperbincangkan sebuah film pendek yang sedang viral. Aneka meme yang semuanya memasang foto Bu Tejo bermunculan di media sosial dengan aneka caption. Publik, terutama ibu-ibu dibuat ‘heboh’ dengan sosok Bu Tejo.

Karakter Bu Tejo dalam Film Tilik besutan Ravacana Films ini memang berhasil bikin gemas. Walaupun memang sebenarnya karakter yang dimunculkan adalah sebuah realitas masyarakat kita juga, terutama masyarakat di pedesaan. Film pendek Tilik dengan sangat apik menggambarkan tentang bagaimana pola komunikasi ibu-ibu dari kelas menengah ke bawah. Kebetulan settingnya adalah masyarakat di pinggir kota Yogyakarta.

Melek Informasi


Jadi perempuan itu harus melek informasi juga, banyak membaca atau tidak malas untuk mengikuti perkembangan terkini. Melek informasi tepatnya, agar tidak mudah ‘tertipu’. Apalagi berbagai macam informasi saat ini bertebaran. Kata Bu Tejo, “Makanya rajin-rajin baca berita di internet, dong!”

Jadi Perempuan Solutif


Ada salah satu dialog menarik dari film tersebut, saat para penjenguk Bu Lurah gagal ‘tilik’. Banyak yang menyalahkan Yu Ning karena tidak mencari informasi dahulu sebelum mereka berangkat ke rumah sakit bahwa Bu Lurah tidak bisa ditengok. Sikap Bu Tejo sangat solutif. Mengajak ibu-ibu yang kecewa tersebut untuk pergi ke pasar Beringharjo saja agar semuanya senang dan tidak sia-sia
perjalanan melelahkan mereka.

Benar, jadi perempuan itu memang harus solutif alias mempunyai banyak ide dan solusi dalam mengatasi masalah sehari-hari. Mengambil istilah dari sebuah judul buku terkenal “Jalan Lain ke Roma’ bahwa akan selalu ada jalan saat berada dalam situasi yang kurang menguntungkan. Betul?

Check and Recheck


Selalu chek and recheck sebelum menyebarkan informasi. Dari film viral ini kita jadi tahu bahwa semua informasi yang tidak jelas kebenarannya akan membuat kegaduhan dan menjadi fitnah. Bu Tejo dan Yu Ning jadi bertengkar kan gara-gara Yu Ning enggak mempercayai info dari Bu Tejo, yang memang infonya tentang Dian hanya berupa praduga saja. Meskipun pada akhirnya memang tuduhan Bu Tejo itu tidak sepenuhnya salah. Ternyata Dian memang sedang bermain api dengan Pak Lurah.

Tidak Semua Informasi di Internet Benar


Tidak semua informasi yang beredar di internet itu benar dan terpercaya. Saat ini banyak sekali hoax-hoax yang bertebaran di media sosial. Jadi memang harus benar-benar mencari berita penyeimbang lainnya, tidak menelan mentah-mentah dan langsung menyebarkannya. Banyak kepentingan yang bekerja di balik isu-isu yang beredar di masyarakat.

Semua Karakter Ada di Masyarakat


Pada dasarnya semua karakter ibu-ibu yang ada di film ini semua ada di masyarakat kita. Bu Tejo yang suka bergosip dan mulutnya pedas, Yu Ning yang selalu positive thinking, Yu Sam yang suka cari aman, dan Yu Tri yang hobi ngompori. Saat ini tidak hanya perempuan saja yang hobi bergosip dan nyinyir, laki-laki pun banyak juga yang bibirnya ‘lemes’ di media sosial. Atau orang-orang yang selalu mencari posisi aman saat terjadi konflik. Ya, kan?

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita jumpai sosok-sosok seperti mereka, meski mungkin dalam situasi dan kondisi yang berbeda sesuai dengan strata sosial. Akan tetapi, tetap ada orang-orang seperti sosok di atas, kan?

Ya, itulah filosofi dari beberapa karakter Bu Tejo yang viral dan dijadikan meme di mana-mana. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari film ini. Bagaimana menurut kalian? (Red/MA)

Intermezzo

Travel

Teknologi